INFO TERKINI
28-10-2021
  • 4 bulan yang lalu / Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (Jalur Zonasi) dimulai tanggal 28 Juni 2021
  • 4 bulan yang lalu / Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021/2022 (Jalur Afirmasi dan Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali) dimulai tanggal 21 Juni 2021
26
Apr 2021
0
Zonasi Sekolah di Mataram Diperketat

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram sedang mempersiapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2021/2022. Pemetaan zonasi sekolah tengah dilakukan. Nantinya, zonasi antar sekolah diperketat, terutama untuk sekolah-sekolah yang zonasinya beririsan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, M. Taufik ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 23 April 2021 menyampaikan, pihaknya sedang mempersiapkan PPDB. Saat ini tengah dilakukan pemetaan zona setiap sekolah dan persiapan-persiapan lainnya. Menurutnya tidak ada perubahan zona secara signifikan, tetapi lebih mempertajam atau mengetatkan zona antar sekolah di PPDB zonasi. “Terutama sekolah-sekolah yang beririsan zonanya,” ujarnya.

Menurutnya, aturan PPDB di Kota Mataram nantinya tetap mengikuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang PPDB. Selain itu, nantinya petunjuk teknis dan ketentuan PPDB di Mataram akan dituangkan dalam peraturan Walikota.

Taufik juga menekankan, setelah PPDB zonasi dilaksanakan di Kota Mataram mulai ada perbaikan penerimaan siswa baru, termasuk di sekolah-sekolah yang letaknya di pinggiran kota atau yang dianggap minim peminat sebelumnya.

“Artinya sekolah itu sudah ada perbaikan, sudah mulai peningkatan murid di sekoah pinggiran. Setelah ada zonasi, peta sekolah sangat berubah, karena masyarakat melihat sekarang perkembangannya siswa bisa lebih dekat dengan sekolah,” klaim Taufik.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menyampaikan, perbaikan peta zonasi menjadi salah satu agenda penting dalam persiapan PPDB. Masyarakat juga diminta jangan memaksakana kehendak untuk masuk di sekolah tertentu saat PPDB zonasi. Ia meminta agar masyarakat memahami PPDB zonasi, bahwa tidak ada lagi sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. Anak harus bersekolah di sekolah yang berada di dekat rumahnya.

“PPDB zonasi sudah berjalan dua tahun ini. Masyarakat mudah-mudahan semakin paham tentang zonasi, dan memahami bahwa anaknya harus didekatkan antara rumah dan sekolah, jangan lagi memilih sekolah yang jauh,” ujar Fatwir.

Pihaknya berupaya memperbaiki infrastrukur di sekolah agar infrastruktur merata di semua sekolah. Kepala sekolah telah melapor apa saja yang menjadi kekurangan di sekolah. “Semua sekolah adalah sekolah favorit, tidak ada yang difavoritkan,” tegas Fatwir.

Source: Suarantb.com